Menelisik Peninggalan Bersejarah yang Pernah Ditemukan di Desa Kamulan
Desa Kamulan merupakan salah satu desa yang memiliki peninggalan historis. Beberapa tahun kebelakang, masyarakat desa ini seringkali menjumpai peninggalan-peninggalan sejarah di tengah-tengah keberadaan mereka. Fenomena tersebut tentunya akan terus bertambah, mengingat bagaimana periodisasi yang terjadi di wilayah Kamulan sangat panjang, sehingga peninggalan-peninggalan historis tersebut bisa jadi akan terus bertambah, seiring dengan penemuan-penemuan benda lainnya.
Beberapa masyarakat terkadang menemukan benda-benda bersejarah tersebut secara tidak sengaja. Biasanya, para masyarakat akan membuka lahan, atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan proses pertanahan. Saat digali itulah, mereka secara tidak sengaja menemukan benda-benda bersejarah tersebut. Dalam tindak lanjutnya, mereka akan memberikan ke pihak terkait, lewat mediator Pak Masruri, selaku Kepala Desa Kamulan yang memang kebetulan terbuka dan mendorong pencarian benda peninggalan sejarah lainnya, dengan tujuan pelestarian dan preservasi benda tersebut, agar menjadi komoditas yang potensial, serta pembelajaran untuk masyarakat agar lebih mengenal, memahami, dan meningatkan agar jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Sejauh ini, proses beberapa penemuan dibawah adalah beberapa peninggalan yang telah terverifikasi oleh pihak yang bertanggungjawab dalam verifikasi peninggalan yang ada. Berikut peninggalan-peninggalan yang pernah ditemukan di Desa Kamulan.
Prasasti Kamulan
Sebuah prasasti yang diketahui menjadi tonggak awal dimana nama Kamulan disebutkan pada lini bait didalamnya. Dikeluarkan oleh Raja Kertajaya, yang berisi tentang Pengukuhan Sima Perdikan Kamulan pada 31 Agustus 1194 M, selanjutnya dijadikan sebagai Hari Jadi Trenggalek. Isi prasasti ini juga menjelaskan tentang Wilayah Perdikan Kamulan, yang meliputi lereng Gunung Wilis hingga Tangkil, Kec. Dongko.
Watu Dakon
Tempat pemujaan arwah leluhur bagi orang-orang di zaman Megalitikum. Berbentuk batu berpenampang lingkaran dengan lebar yang beragam. Saat ini, dakon tersebut tersimpan di Joglo Arca Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kab. Trenggalek, dengan dikumpulkan dengan benda-benda cagar budaya lainnya.
Enam Pusaka
Keenam pusaka tersebut meliputi: Tombak Wos Wignyo Murti, Payung Songsong Ayomsih, Payung Songsong Tunggul Nogo, Payung Songsong Tunggul Wibawa dan 2 (dua) Tombak Kembar Korowelang. Dua pusaka, yaitu Songsong Tunggul Nogo dan Tunggul Wibawa ini menjadi pusaka primadona Kabupaten Trenggalek, dan setiap menjelang peringatan hari jadi Trenggalek, kedua pusaka tersebut akan dijamasi (sebuah ritual penyucian atau pembersihan terhadap dua pusaka tersebut)
Sendang Kamulyan
Dikisahkan penciptaan sendang ini bermula saat Prabu Kusuma Wicitra yang memiliki putri jelita bernama Dewi Kadarwati. Dewi sendiri ditaksir oleh Prabu Anom Ajarwidodo. Namun, Dewi memberikan syarat apabila Anom ingin menikahinya, maka haruslah dia membuat sebuah sendang. Sendang ini kemudian terbengkalai lama hingga akhirnya ditemukan Jaka Semilir, yang nantinya akan menjadi Raja Kamulan.
Situs Gunung Cilik
Sebuah situs pemakaman leluhur Masyarakat Kamulan, yang juga terdapat 2 situs makam penting, yaitu Makam Girilaya (kumpulan ketiga kompleks makam Bupati Surabaya, Ponorogo, Tulungagung). Untuk menjangkau kedua situs tersebut, kurang lebih dibutuhkan perjalanan sejumlah 350 tapak kaki tangga. Lokasi Gunung Cilik terletak kurang lebih 25 menit dari Balai Desa Kamulan.
Arca Durga Mahisasuramardini
Ditemukan pada 10 Mei 2023 di Dusun Sendang Kamulyan, Desa Kamulan. Diduga ciri fisik dari arca ini mengarah ke Arca Durga Mahisasuramardini. Menurut Balai Pengembangan Kebudayaan Indonesia, Arca Durga Mahisasuramardini disebutkan merupakan salah satu peninggalan dari Candi Jawi. Pendugaan bahwa arca ini diyakini adalah Arca Durga berdasarkan struktur fisik yang dimiliki oleh keduanya sama. Arca Durga Mahisasuramardini disebutkan bahwasannya tangan kanan menarik ujung rambut Durgana (raksasa kecil) dan tangan kiri menarik ujung ekor lembu. Namun, proses temuan ini masih harus dikaji kebenarannya, serta masih dalam proses verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Lumpang Watu
Situs Watu Lumpang merupakan salah satu sarana pemujaan arwah nenek moyang pada zaman prasejarah yang dilakukan oleh para manusia purba. Ditemukan di Desa Kamulan pada tahun 2023, dan saat ini tersimpan di Balai Desa Kamulan.
Terakota
Merupakan hasil kreasi manusia zaman purba, yang memadukan unsur-unsur alam, berupa tanah, air, angin, dan api. Terakota sendiri berjenis tembikar tanah liat, atau keramik, yang biasanya digunakan sebagai hiasan permukaan pada konstruksi bangunan, pot bunga, pipa, batu bata, dan juga patung. Ditemukan di Dusun Sendang Kamulyan, Desa Kamulan pada tahun 2023, dan saat ini masih tersimpan di Balai Desa Kamulan.
Pecahan Keramik
Kawasan Kamulan juga ditemukan sebaran pecahan keramik, dengan jenis yang bervariasi dan beragam bentuk, sehingga diyakini merekam cerita penting tentang sejarah kawasan Kamulan pada masa lampau. Hingga kini, masih dalam proses dan verifikasi lebih lanjut, sehingga perlu diteliti secara komprehensif. Terdapat pula struktur bangunan yang ditengarai sebagai jejak sejarah pemukiman kuno pada akhir masa Kerajaan Kediri, sekitar abad ke-11. Saat ini, pecahan-pecahan tersebut masih tersimpan di Balai Desa Kamulan.







Comments
Post a Comment