Era Periodisasi Kamulan: Dari Awal, Hingga Berkembang Saat Ini
Desa Kamulan pernah mengalami perkembangan zaman, dan juga perubahan zaman. Hal ini dikarenakan memang Wilayah Kamulan telah ada sejak zaman Trenggalek purba. Periodisasi yang kemudian berkembang hingga saat ini menciptakan perubahan dengan dinamisme yang konstruktif. Berikut merupakan periodisasi Desa Kamulan, dari masa pra-perdikan, hingga masuknya Islam sebagai agama yang berkembang, yang akhirnya melahirkan sebuah sejarah baru dalam proses kehidupan bermasyarakat Desa Kamulan.
Pra-Perdikan
Masa dimana manusia purba menjadikan Trenggalek sebagai pusat lalu lintas mereka. Rekonstruksi perjalanan mereka dapat terekam lewat banyaknya peninggalan-peninggalan budaya nirleka, antara Pacitan, hingga Wajak (saat ini daerah Tulungagung).
Satu hal yang perlu dicatat disini bahwa manusia-manusia Trenggalek pada waktu itu dapat dikonstruksikan lebih tua dibandingkan dengan manusia Wajak dan lebih muda dibanding dengan manusia-manusia Sampung Ponorogo. (Buku "Sejarah Kamulan", Dispusip Jatim, Dinas Pendidikan & Kebudayaan Nasional).
Perdikan
Jauh sebelum terbentuknya Kerajaan Kamulan, daerah Kamulan sendiri merupakan wilayah Kerajaan Medang Kamulan, sebuah kerajaan yang didirikan oleh Mpu Sindok pada abad ke-10. Medang Kamulan sendiri merupakan lanjutan dari Mataram Kuno di Jateng, yang kemudian berpindah ke Jatim, lantaran meletusnya Gunung Merapi. Medang Kamulan secara resmi tiada setelah Raja Airlangga, dari Kahuripan menjadikan wilayah Medang Kamulan sebagai daerah Kerajaan Kahuripan.
Kerajaan
Berbagai sumber menerangkan bahwasannya Kerajaan Kamulan didirikan oleh Jaka Sumilir pada tahun 1180 M - 1190 M. Disebutkan Jaka Sumilir yang merupakan putra Sri Kameswara, raja Kerajaan Panjalu melakukan petualangan ke luar Kerajaan Panjalu, hal itu disebabkan ia tidak ingin ikut campur urusan perang saudara yang melibatkan Kerajaan Panjalu dan Jenggala. Singkat cerita, ia menemukan sebuah hutan atis yang sangat nyaman, kemudian memulai pembukaan hutan tersebut menjadi pemukiman yang berkembang. Oleh penduduk setempat, Jaka Sumilir diangkat menjadi raja, dengan gelar "Prabu Kusuma Wicitra."
Masuknya Islam
Dimulai saat Mbah Kyai Haji Soenilo, pejuang Perang Diponegoro yang kabur dari kejaran Belanda sampai sebuah daerah yang bernama Kamulan. Beliau membabat daerah kosong ini menjadi pemukiman ramai, ia dikenal baik oleh masyarakat setempat. Kemudian, masuknya Islam juga ditengarai faktor kedatangan Kyai Mangun Mustafa, dari Madura, dan Kyai Ahmad Yunus, dari Kalangbret. Setelah keduanya menetap disana, mereka mendirikan bangunan sederhana, dengan ilalang dan sabut aren sebagai media pembangunan. Tempat tersebut digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus media penyebaran agama Islam daerah setempat. Kini, bangunan ini kian besar dan menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Tengah Kamulan.





Comments
Post a Comment